AKSELERASI.ID, Paser – Kerusakan parah yang terjadi di RT 08, Kelurahan Muara Komam, Kabupaten Paser, membuat bagian badan jalan yang amblas dan hampir memutus total jalur penghubung Kaltim–Kalsel ini memantik perhatian luas, terlebih menjelang momen padat mobilitas seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta peringatan 5 Rajab yang setiap tahun ramai dilintasi masyarakat.
Di lokasi yang dikenal sebagai nadi transportasi antarprovinsi itu, pengguna jalan kini harus melintas dengan waswas. Kontur jalan yang turun drastis, retakan memanjang, hingga badan jalan yang terus bergerak menjadi alasan utama kekhawatiran pemerintah maupun masyarakat.
DPRD Kaltim Prihatin, Minta Penanganan Darurat
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa kerusakan ini tidak bisa dianggap masalah biasa.
“Kami di Komisi III DPRD Kalimantan Timur tentu sangat prihatin dengan kondisi kerusakan jalan negara di Muara Komam yang sudah mengganggu mobilitas masyarakat dan membahayakan pengguna jalan. Akses yang nyaris putus ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena jalur tersebut merupakan penghubung vital antara Kaltim dan Kalsel,” ujarnya, Rabu (10/12).
Reza menekankan bahwa karena ruas tersebut berstatus jalan negara, penanganannya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui BBPJN Kaltim. Ia meminta Dinas PUPR Kaltim segera melakukan koordinasi teknis agar langkah tanggap darurat tidak lagi tertunda.
“Karena statusnya merupakan jalan negara, kami juga akan meminta Dinas PUPR Kaltim berkoordinasi langsung dengan BBPJN Kaltim agar penanganan darurat bisa segera dilakukan dan perbaikan permanen dapat diprioritaskan,” tambahnya.
Selain penanganan cepat, Komisi III meminta data lengkap seluruh ruas jalan negara di Kaltim yang mengalami kerusakan agar pengawasan lebih terukur dan rencana perbaikan bisa disusun dengan lebih presisi. “Komisi III berkomitmen mengawal persoalan ini sampai ada tindakan konkret, karena menyangkut keselamatan masyarakat dan kelancaran konektivitas antarwilayah,” legislator asal Partai Gerindra ini.
Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi jangka pendek dan panjang sebelum arus perjalanan meningkat tajam. “Kami berharap penanganan ini cepat diatasi karena moment menjelang Nataru, apalagi juga ini bertepatan dengan moment 5 Rajab di mana masyarakat Kaltim akan banyak melintasi akses ini ke Kalsel,” pungkasnya.
BBPJN: Penimbunan Agregat Dilakukan, Perbaikan Permanen Menunggu Desain
Sebelumnya, BBPJN Kaltim bergerak cepat melakukan penanganan sementara agar jalur tetap dapat dilalui. Sejak amblas parah pada 8 Desember 2025, tim lapangan bekerja menahan pergerakan badan jalan agar kerusakan tak melebar.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Ruas Batu Aji–Kuaro BBPJN Kaltim, Muhammad Idris Djafar, menjelaskan langkah awal yang dilakukan.
“Kami sudah lakukan penanganan dengan melakukan penimbunan agregat. Jalan amblas beton yang utama bisa dilalui dulu, sekitar 12 truk, kita isi agregat jadi 6 kubik,” sebut Idris, dikutip dari TribunKaltim.co.

Agar pengguna jalan tetap waspada, BBPJN juga telah memasang rambu hingga garis kuning pengaman. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan apakah tanah yang telah ditimbun masih mengalami pergerakan.
“Sementara bisa dilalui sambil kita terus pantau yang sudah ditimbun agregat. Sebelumnya kita sudah pasang rambu, termasuk garis line kuning agar masyarakat berhati–hati,” tuturnya.
Tahap berikutnya adalah patching aspal, atau perbaikan khusus di bagian retak dan berlubang. Namun, Idris menegaskan bahwa penanganan permanen memerlukan desain teknis baru, sekaligus pengajuan anggaran ke kementerian.
“Perbaikan permanen mesti dilakukan desain ulang dan nanti diajukan ke kementerian. Sementara kita lihat dulu perkembangannya, agar difungsikan dulu, sembari nanti kita lakukan patching aspal,” pungkas Idris. (*)




