AKSELERASI – Kota Bontang menjadi salah satu daerah penting penopang Ibu Kota Negara (Negara). Pasalnya, di Kota Taman banyak tersedia sumber daya alam (SDA). Seperti di pertambangan, chemical, pertanian, perikanan, hingga pariwisata.
“Tentu kita harus bisa mengelola SDA ini dengan baik dan dibutuhkan pula tenaga kerja yang terampil,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalimantan Timur (Kaltim), Rozani Erawadi, disela Pembukaan dan Penutupan Pelatihan Berbasis Kompetensi di Kota Bontang, beberapa waktu lalu.
Katanya, Disnakertrans Kaltim melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Kota Bontang, cukup intens menggelar pelatihan dan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di Kota Bontang yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Rozani Erawadi menegaskan, Disnakertrans Kaltim selalu mengupayakan tersedianya fasilitas untuk kebutuhan tenaga kerja terampil di era perkembangan teknologi di berbagai bidang. “Ini agar kebutuhan di pasar kerja Kota Bontang dapat terpenuhi dari segi kualitas maupun kuantitasnya,” ucapnya.
Disamping itu dia berpesan, para peserta di UPTD BLKI Kota Bontang untuk dapat mengambil seluruh ilmu yang didapatkan dan dapat mengaplikasikannya dalam dunia kerja. “Mental dan sikap kerja juga perlu dijaga, karena ini adalah hal yang penting untuk menjaga eksistensi dalam dunia kerja,” ungkapnya.
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu, Disnakertrans Kaltim melalui UPTD BLKI Kota Bontang menggelar pelatihan berbasis kompetensi untuk Kejuruan Bisnis dan Manajemen Batch III, Kejuruan Garmen Apparel Batch I, Kejuruan Teknik Las Batch IV-V, Kejuruan Teknik Otomotif Roda 4 Batch I, dan Kejuruan Teknik Otomotif Roda 2 Batch I.
Berdasarkan ujian kelulusan yang dilakukan UPTD BLKI Kota Bontang, kejuruan otomotif roda dua meluluskan 15 orang peserta dari 16 peserta, kejuruan teknik listrik memiliki 16 peserta dan lulus semua, kejuruan otomotif roda empat lulus dengan 14 peserta dari 16 peserta, kejuruan garmen apparel lulus dengan 15 peserta dari 16 peserta, kejuruan bisnis dan manajemen berhasil meloloskan semua peserta sebanyak 16 orang, dan teknik las lulus dengan 32 peserta.
Sementara itu, peserta yang kembali diterima untuk pelatihan di batch selanjutnya sebanyak 80 orang, yang masing-masing jurusannya menerima 16 peserta. (fai/adv)




