spot_img

IRB Kaltim Masih Tinggi, BPBD Dorong 10 Kabupaten/Kota Tingkatkan Ketahanan Daerah

AKSELERASI – Indeks Rawan Bencana (IRB) di Kalimantan Timur (Kaltim) masih tergolong tinggi. Menurut data dan informasi bencana Indonesia (DIBI), IRB Kaltim pada tahun 2023 mencapai angka 146,67. Angka ini menempatkan Kaltim sebagai salah satu provinsi dengan tingkat risiko bencana tertinggi di Indonesia.

IRB merupakan suatu perangkat analisis kebencanaan yang berbentuk indeks yang menunjukkan riwayat nyata kebencanaan yang telah terjadi dan menimbulkan kerugian. IRB dihitung berdasarkan frekuensi, intensitas, dan dampak bencana yang terjadi di suatu wilayah.

Dalam periode tahun 2015-2021, terdapat 267 kejadian bencana di Kaltim yang terdiri dari 113 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), 85 kejadian banjir, 47 kejadian tanah longsor, 20 kejadian puting beliung, dan 2 kejadian abrasi. Bencana-bencana ini telah menimbulkan kerugian baik materiil maupun non-materiil bagi masyarakat Kaltim.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim Agus Tianur mengatakan, pihaknya berupaya keras untuk menurunkan kembali IRB di tahun 2023 ini. Salah satunya dengan mendorong 10 kabupaten/kota untuk meningkatkan Indeks Ketahanan Daerah (IKD). IKD merupakan suatu perangkat analisis yang berbentuk indeks yang menunjukkan tingkat ketahanan suatu wilayah terhadap bencana.

“Apabila IKD meningkat, maka IRB pun menurun. Karena IKD merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi IRB,” jelas Agus melalui Staff Perencanaan dan Program Muhammad Bakriansyah.

Bakriansyah menambahkan, pada bulan Oktober lalu, BPBD Kaltim telah mengumpulkan 10 kabupaten/kota untuk melakukan pengisian data ketahanan daerah. Data tersebut meliputi aspek sosial, ekonomi, lingkungan, infrastruktur, dan kelembagaan. Data-data ini kemudian akan diolah dan dihitung untuk menghasilkan nilai IKD.

“Kita berharap bisa mendapat 2 poin dari pengisian data ini. Apabila 2 poin tersebut bisa terkejar, maka posisi IRB Kaltim pun akan masuk ke dalam zona yang sedang. Angka IRB untuk tahun 2023 ini pun akan bisa terlihat di akhir tahun ini,” ujar Bakriansyah.

Bakriansyah berharap agar IRB Kaltim bisa menurun. Mengingat, Kaltim telah ditetapkan sebagai tuan rumah Ibu Kota Nusantara (IKN). “Malu juga nih kita sebagai daerah yang ditunjuk sebagai Ibu Kota Nusantara, ternyata indeks kita total risikonya terlalu tinggi. Padahal, kita harus menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal penanggulangan bencana,” tuturnya.

Bakriansyah mengatakan, BPBD Kaltim akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait untuk meningkatkan upaya penanggulangan bencana di Kaltim. Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siap menghadapi bencana, serta berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan daerah.

“Kita harus bersama-sama berupaya untuk menurunkan IRB Kaltim. Karena bencana tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita semua sebagai warga negara,” pungkasnya. (ags/adv)

  Yuk Gabung ke Channel WhatsApp Akselerasi.id!

spot_img

Yuk Baca Juga

spot_img

Berita Terkait