spot_img

Disdikbud Bontang Soroti Biaya dan Risiko Study Tour Sekolah

AKSELERASI, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang menyoroti dua hal utama dalam pelaksanaan study tour. Biaya dan keselamatan menjadi perhatian serius. Hal ini disampaikan menjelang agenda perpisahan siswa.

Study tour memang menjadi kegiatan yang diminati. Banyak sekolah menjadikannya bagian dari program akhir tahun. Siswa diajak belajar sambil berwisata.

Namun, kritik terhadap kegiatan ini terus muncul. Orang tua mengeluhkan biaya yang tinggi. Risiko perjalanan juga menjadi kekhawatiran tersendiri.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdul Safa Muha, mengakui adanya dinamika tersebut. Dia menyebut pihaknya tidak bisa melarang kegiatan tersebut. “Kalau istilah larangan itu tidak bisa kami larang ya,” ulasnya.

Meski demikian, Abdul Safa Muha menegaskan pentingnya mitigasi risiko. Sekolah harus memastikan keamanan siswa selama kegiatan. Perencanaan harus dilakukan secara matang.

Disdikbud Kota Bontang juga meminta transparansi anggaran. Orang tua harus mengetahui rincian biaya secara jelas. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman.

Selain itu, kegiatan harus bersifat sukarela. Tidak boleh ada paksaan kepada siswa atau orang tua. Semua pihak harus merasa nyaman.

Abdul Safa Muha juga menyoroti alternatif kegiatan dalam kota. Dia menilai hal tersebut lebih efisien. “Hal itu menurut saya bisa menjadi contoh,” urainya.

Dengan langkah ini, Disdikbud Kota Bontang berharap kegiatan tetap berjalan baik. Tujuan pendidikan tidak boleh terabaikan. Keselamatan dan kenyamanan siswa harus diutamakan. (adv/red)

  Yuk Gabung ke Channel WhatsApp Akselerasi.id!

spot_img

Yuk Baca Juga

spot_img

Berita Terkait